Jaringan
lokal akses tembaga ( JARLOKAT ) merupakan jaringan akses dari sentral
ke pelanggan dengan menggunakan tembaga sebagai media aksesnya.
Konfigurasi dasar jarlokat ditunjukkan seperti pada gambar di bawah ini dimulai dari RPU ( Rangka Pembagi Utama ) sampai dengan KTB ( Kotak Terminal Batas) pada pesawat pelanggan.
Keterangan :
STO : Sentral Telepon Otomat
RPU : Rangka Pembagi Utama / MDF
RK : Rumah Kabel
KP : Kotak Pembagi / DP
KTB : Kotak Terminal Batas
Pswt : Pesawat telepon
2.1 MDF
MDF(Main
distribution Frame) adalah tempat penyambungan kabel sentral ke arah
pelanggan. Dimana kabel akan di jumper terlebih dahulu di MDF sebelum
diteruskan ke pelanggan. MDF letaknya biasanya dibawah Sentral telepon
(untuk gedung STO bertingkat). Dibawah MDF, terdapat ruang bawah tanah
yang umumnya disebut “Cable Chamber”, di dalam ruang tersebut dipasang
rangka besi, guna menambatkan kabel – kabel primer dari luar sebelum
diterminasikan / didistribusikan ke MDF.
1) Fungsi MDF :
(1) Tempat penyambungan anatara Kabel Primer dengan Kabel Sentral
(2) Tempat pengetesan pada waktu melokalisir ganguan
(3) Fleksibelitas saluran
2) Bentuk MDF :
(1) Pada Kantor Telepon Kecil (manual) berupa papan / lemari pengkawatan
(2) Pada Kantor Telepon sedang / besar berupa kerangka besi (Vertikal dan Horizontal)
3) Perangkat – perangkat yang terdapat di MDF:
(1) Terminal Horizontal (EQN)
EQN
adalah rak kabel horizontal yang terdapat di MDF sebagai tempat
penyambung jumper wire ke terminal vertikal. EQN dapat diketahui datanya
pada subscriber line yang telah di program dikomputer. Perbedaan EQN
terdapat pada perangkat dan cara pembacaannya.
Contoh – contoh EQN :
a) EQN jenis AT&T
Dengan
cara pembacaannya. Misalnya : Nomor tumpangannya 2521010, yang EQNnya
bernomorkan 1-0-1-4-5. 1-0-1 bisa langsung kita lihat di label penamaan
EQN, shelf ke 4 dan 5 baris ke bawah. Pembacaannya dimulai dari 0.
a) EQN jenis DLU.
Dengan
cara pembacaannya. Misalnya : Nomor tumpangannya 5250342, yang EQNnya
bernomorkan 460-0-4-6. 460-0-4 bisa langsung kita lihat di label
penamaan EQN dan 4 baris ke bawah. Pembacaannya dimulai dari 0.
b) EQN jenis LTG.
Dengan
cara pembacaannya. Misalnya : Nomor tumpangannya 5211883, yang EQNnya
bernomorkan 0-42-3-27. 0-42-3 bisa langsung kita lihat di label penamaan
EQN, dan 27nya kita cari didaftar. Karena 27, didaftar tertulis 8 dan
3, yang berarti 8 baris di 3(E F) dan 3 baris ke bawah. Pembacaannya
dimulai dari 1.
(2) Terminal Vertikal
Terminal
vertikal adalah rak kabel vertikal tempat penyambungan jumper wire ke
tie line dahulu baru ke terminal horizontal atau ke terminal horizontal
langsung, yang datanya dapat diketahui.
Dengan menggunakan “Jumper Wire”, terminal blok Vertikal dihubungkan
dengan terminal blok horizontal. Terminal blok ini, dipasang pada MDF
disisi pelanggan, tempat diterminasikan kabel primer. Pada STO Analog
maupun Digital, digunakan terminal blok kapasitas 100 pasang urat, yang
dikenal dengan type K-71. Pada MDF terminal blok ini dilengkapi dengan
pengaman arester.
Contoh Terminal Vertikal :
a) Terminal Vertikal untuk catuan tidak langsung
b) Vertikal untuk catuan langsung
Terminal Vertical Tayline(perangkat), sambungan selanjutnya biasanya fiber optic(fo)
(3) Tie Line
Tie
line adalah rak kabel yang berfungsi untuk menghubungkan jumper wire
dari EQN ke terminal vertikal, yang diakibatkan jarak yang jauh antara
EQN dan terminal vertikal.
Digital subscriber line access multiplexer, atau sering disingkat menjadi DSLAM adalah sebuah peralatan yang berfungsi menggabungkan dan memisahkan sinyal data dengan saluran telepon yang dipakai untuk mentransmisikan data, peralatan ini terletak di ujung sentral telepon terdekat. Berfungsi juga sebagai multiplexer. Perangkat ini merupakan sebuah syarat dalam pengimplementasian jaringan Digital Subscriber Line (DSL).
Pada
perangkat DSLAM biasanya sudah terpasang SPLITTER yang berfungsi
memisahkan sinyal suara dan sinyal data, dimana sinyal suara akan menuju
perangkat sentral telepon dan sinyal data akan diarahkan menuju BRAS
melalui media transmisi yang bisa berbentuk E1, STM-1 (Fiber Optic).
Selanjutnya dari BRAS akan diarahkan ke masing-masing ISP yang sudah
bekerja sama.
2.2 Rumah Kabel (RK)
Adalah bagian yang penting dari struktur jaringan kabel yang berfungsi sebagai :
a. Titik terminal akhir dari jaringan Kabel Primer.
b. Titik terminal awal dari jaringan Kabel Sekunder.
c. Titik sambung peralihan yang fleksible antara jaringan Kabel Primer dan jaringan Kabel Sekunder.
(1) Blok Terminal / Frame Terminal
1) Blok Terminal RK, adalah perlengkapan RK dimana Kabel Primer dan Kabel Sekunder diterminasikan.
2) Pada sebuah Blok Terminal hanya boleh diterminasikan Kabel Primer atau Kabel Sekunder saja.
3) Kawat yang menghubungkan antara blok-blok terminal di mana kabel Primer dan Sekunder diterminasikan disebut Jumper Wire.
(2) Bentuk umum rumah kabel
1) Bentuk umum Rumah Kabel yang dipakai selama ini mengacu kepada Spesifikasi TELKOM No. STEL-L-005/ R 1 A
2) Rumah Kabel dibuat dari bahan isolasi tahan panas yang diperkuat dengan fiber glass warna abu-abu/krem dan harus memenuhi persyaratan teknis sebagai berikut :
1) Mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap korosi.
2) Mempunyai daya isolasi yang baik terhadap panas
3) Mempunyai bobot yang relatif ringan.
4) Kedap terhadap air hujan.
5) Mempunyai ventilasi yang cukup, sehingga dapat mencegah terjadinya penggembunan (kondensasi) di dalam RK.
3) Pondasi Rumah Kabel terbuat dari beton cor dengan perbandingan semen, pasir, batu
pecahan (1:2:3) dan ukurannya disesuaikan dengan ukuran Rumah Kabel.
Pembuatan pondasi selain dilakukan pada waktu yang bersamaan dengan RK,
dapat juga dibuat lebih dahulu (precast).
Contoh bentuk pondasi berikut ukurannya dapat dilihat pada Gambar 4-05 dan 4-06 dibawah ini.
Bentuk umum Blok Terminal dapat dilihat pada Gambar 4-07 dan 4-08 dibawah ini.
1) Bahan Isolasi Blok Terminal dibuat dari polyster resin yang diperkuat dengan fibre glass.
2) Type terminal yang digunakan adalah tekan sisip dengan/ tanpa dilengkapi arrestor.
2.3 Kotak Pembagi (KP)
adalah merupakan bagian dari jaringan kabel akses tembaga (JARLOKAT) yang berfungsi sebagai :
a. Titik Terminasi Akhir dari jaringan Kabel Sekunder atau Kabel Catu Langsung.
b. Titik Terminasi Awal dari jaringan kabel distribusi.
c. Titik Temu atau titik peralihan antara Kabel Sekunder/Kabel Catu Langsung dengan kabel distribusi pada Blok Terminal
(1) Daerah Pelayanan K P
KP
mempunyai batas daerah pelayanan (boundary) tertentu. Tempat yang
paling ideal bagi KP adalah di tengah-tengah (sentris) daerah
pelayanannya, dengan ketentuan Saluran Penanggal/Drop Wire ke
rumah-rumah Pelanggan tidak boleh lebih dari 250 meter, kecuali untuk KP terakhir pada suatu rute diijinkan sampai dengan 500 m.
(3) Ketentuan – ketentuan penempatan K P :
Letak KP tidak boleh mengganggu kelancaran lalulintas;
1) Letak KP harus aman dari gangguan lingkungan;
2) Letak KP harus serasi dengan lingkungannya;
3) Letak KP harus dapat memberikan kemungkinan petugas bekerja dengan aman dan tenang.
2.4 I-siska
Adalah suatu software
yang mempunyai banyak fungsi salah satunya adalah memperbarui data.
Sehingga data yang terdapat di i-siska sesuai dengan yang dilapangan.
Daftar Pustaka
Ahmil (2004). Jaringan Lokal Akses Tembaga). From http://ahmilanakwajo.blogspot.com/2010/04/jaringan-lokal-akses-tembaga_04.html, 12 Agustus 2011
Materi dari Diva Telkom Kudus.



