Thursday, 22 March 2012

JARLOKAT

Jaringan lokal akses tembaga ( JARLOKAT ) merupakan jaringan akses dari sentral ke pelanggan dengan menggunakan tembaga sebagai media aksesnya. Konfigurasi dasar jarlokat ditunjukkan seperti pada gambar di bawah ini dimulai dari RPU ( Rangka Pembagi Utama ) sampai dengan KTB ( Kotak Terminal Batas) pada pesawat pelanggan.

Keterangan :
STO : Sentral Telepon Otomat
RPU : Rangka Pembagi Utama / MDF
RK : Rumah Kabel
KP : Kotak Pembagi / DP
KTB : Kotak Terminal Batas
Pswt : Pesawat telepon
2.1 MDF
MDF(Main distribution Frame) adalah tempat penyambungan kabel sentral ke arah pelanggan. Dimana kabel akan di jumper terlebih dahulu di MDF sebelum diteruskan ke pelanggan. MDF letaknya biasanya dibawah Sentral telepon (untuk gedung STO bertingkat). Dibawah MDF, terdapat ruang bawah tanah yang umumnya disebut “Cable Chamber”, di dalam ruang tersebut dipasang rangka besi, guna menambatkan kabel – kabel primer dari luar sebelum diterminasikan / didistribusikan ke MDF.
1) Fungsi MDF :
(1) Tempat penyambungan anatara Kabel Primer dengan Kabel Sentral
(2) Tempat pengetesan pada waktu melokalisir ganguan
(3) Fleksibelitas saluran
2) Bentuk MDF :
(1) Pada Kantor Telepon Kecil (manual) berupa papan / lemari pengkawatan
(2) Pada Kantor Telepon sedang / besar berupa kerangka besi (Vertikal dan Horizontal)
3) Perangkat – perangkat yang terdapat di MDF:
(1) Terminal Horizontal (EQN)
EQN adalah rak kabel horizontal yang terdapat di MDF sebagai tempat penyambung jumper wire ke terminal vertikal. EQN dapat diketahui datanya pada subscriber line yang telah di program dikomputer. Perbedaan EQN terdapat pada perangkat dan cara pembacaannya.
Contoh – contoh EQN :
a) EQN jenis AT&T
Dengan cara pembacaannya. Misalnya : Nomor tumpangannya 2521010, yang EQNnya bernomorkan 1-0-1-4-5. 1-0-1 bisa langsung kita lihat di label penamaan EQN, shelf ke 4 dan 5 baris ke bawah. Pembacaannya dimulai dari 0.
a) EQN jenis DLU.
Dengan cara pembacaannya. Misalnya : Nomor tumpangannya 5250342, yang EQNnya bernomorkan 460-0-4-6. 460-0-4 bisa langsung kita lihat di label penamaan EQN dan 4 baris ke bawah. Pembacaannya dimulai dari 0.

b) EQN jenis LTG.
Dengan cara pembacaannya. Misalnya : Nomor tumpangannya 5211883, yang EQNnya bernomorkan 0-42-3-27. 0-42-3 bisa langsung kita lihat di label penamaan EQN, dan 27nya kita cari didaftar. Karena 27, didaftar tertulis 8 dan 3, yang berarti 8 baris di 3(E F) dan 3 baris ke bawah. Pembacaannya dimulai dari 1.
(2) Terminal Vertikal
Terminal vertikal adalah rak kabel vertikal tempat penyambungan jumper wire ke tie line dahulu baru ke terminal horizontal atau ke terminal horizontal langsung, yang datanya dapat diketahui. Dengan menggunakan “Jumper Wire”, terminal blok Vertikal dihubungkan dengan terminal blok horizontal. Terminal blok ini, dipasang pada MDF disisi pelanggan, tempat diterminasikan kabel primer. Pada STO Analog maupun Digital, digunakan terminal blok kapasitas 100 pasang urat, yang dikenal dengan type K-71. Pada MDF terminal blok ini dilengkapi dengan pengaman arester.
Contoh Terminal Vertikal :
a) Terminal Vertikal untuk catuan tidak langsung
b) Vertikal untuk catuan langsung
Terminal Vertical Tayline(perangkat), sambungan selanjutnya biasanya fiber optic(fo)
(3) Tie Line
Tie line adalah rak kabel yang berfungsi untuk menghubungkan jumper wire dari EQN ke terminal vertikal, yang diakibatkan jarak yang jauh antara EQN dan terminal vertikal.

Digital subscriber line access multiplexer, atau sering disingkat menjadi DSLAM adalah sebuah peralatan yang berfungsi menggabungkan dan memisahkan sinyal data dengan saluran telepon yang dipakai untuk mentransmisikan data, peralatan ini terletak di ujung sentral telepon terdekat. Berfungsi juga sebagai multiplexer. Perangkat ini merupakan sebuah syarat dalam pengimplementasian jaringan Digital Subscriber Line (DSL).
Pada perangkat DSLAM biasanya sudah terpasang SPLITTER yang berfungsi memisahkan sinyal suara dan sinyal data, dimana sinyal suara akan menuju perangkat sentral telepon dan sinyal data akan diarahkan menuju BRAS melalui media transmisi yang bisa berbentuk E1, STM-1 (Fiber Optic). Selanjutnya dari BRAS akan diarahkan ke masing-masing ISP yang sudah bekerja sama.
2.2 Rumah Kabel (RK)
Adalah bagian yang penting dari struktur jaringan kabel yang berfungsi sebagai :
a. Titik terminal akhir dari jaringan Kabel Primer.
b. Titik terminal awal dari jaringan Kabel Sekunder.
c. Titik sambung peralihan yang fleksible antara jaringan Kabel Primer dan jaringan Kabel Sekunder.
(1) Blok Terminal / Frame Terminal
1) Blok Terminal RK, adalah perlengkapan RK dimana Kabel Primer dan Kabel Sekunder diterminasikan.
2) Pada sebuah Blok Terminal hanya boleh diterminasikan Kabel Primer atau Kabel Sekunder saja.
3) Kawat yang menghubungkan antara blok-blok terminal di mana kabel Primer dan Sekunder diterminasikan disebut Jumper Wire.
(2) Bentuk umum rumah kabel
1) Bentuk umum Rumah Kabel yang dipakai selama ini mengacu kepada Spesifikasi TELKOM No. STEL-L-005/ R 1 A
2) Rumah Kabel dibuat dari bahan isolasi tahan panas yang diperkuat dengan fiber glass warna abu-abu/krem dan harus memenuhi persyaratan teknis sebagai berikut :
1) Mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap korosi.
2) Mempunyai daya isolasi yang baik terhadap panas
3) Mempunyai bobot yang relatif ringan.
4) Kedap terhadap air hujan.
5) Mempunyai ventilasi yang cukup, sehingga dapat mencegah terjadinya penggembunan (kondensasi) di dalam RK.
3) Pondasi Rumah Kabel terbuat dari beton cor dengan perbandingan semen, pasir, batu pecahan (1:2:3) dan ukurannya disesuaikan dengan ukuran Rumah Kabel. Pembuatan pondasi selain dilakukan pada waktu yang bersamaan dengan RK, dapat juga dibuat lebih dahulu (precast).
Contoh bentuk pondasi berikut ukurannya dapat dilihat pada Gambar 4-05 dan 4-06 dibawah ini.

Bentuk umum Blok Terminal dapat dilihat pada Gambar 4-07 dan 4-08 dibawah ini.
1) Bahan Isolasi Blok Terminal dibuat dari polyster resin yang diperkuat dengan fibre glass.
2) Type terminal yang digunakan adalah tekan sisip dengan/ tanpa dilengkapi arrestor.

2.3 Kotak Pembagi (KP)
adalah merupakan bagian dari jaringan kabel akses tembaga (JARLOKAT) yang berfungsi sebagai :
a. Titik Terminasi Akhir dari jaringan Kabel Sekunder atau Kabel Catu Langsung.
b. Titik Terminasi Awal dari jaringan kabel distribusi.
c. Titik Temu atau titik peralihan antara Kabel Sekunder/Kabel Catu Langsung dengan kabel distribusi pada Blok Terminal
(1) Daerah Pelayanan K P
KP mempunyai batas daerah pelayanan (boundary) tertentu. Tempat yang paling ideal bagi KP adalah di tengah-tengah (sentris) daerah pelayanannya, dengan ketentuan Saluran Penanggal/Drop Wire ke rumah-rumah Pelanggan tidak boleh lebih dari 250 meter, kecuali untuk KP terakhir pada suatu rute diijinkan sampai dengan 500 m.
(3) Ketentuan – ketentuan penempatan K P :
Letak KP tidak boleh mengganggu kelancaran lalulintas;
1) Letak KP harus aman dari gangguan lingkungan;
2) Letak KP harus serasi dengan lingkungannya;
3) Letak KP harus dapat memberikan kemungkinan petugas bekerja dengan aman dan tenang.
2.4 I-siska
Adalah suatu software yang mempunyai banyak fungsi salah satunya adalah memperbarui data. Sehingga data yang terdapat di i-siska sesuai dengan yang dilapangan.
Daftar Pustaka
Ahmil (2004). Jaringan Lokal Akses Tembaga). From http://ahmilanakwajo.blogspot.com/2010/04/jaringan-lokal-akses-tembaga_04.html, 12 Agustus 2011
Materi dari Diva Telkom Kudus.

Monday, 12 March 2012

Mini PABX

Perintah setting fitur Mini PABX dilakukan dari pesawat telepon yang terhubung di Line Output/Ext B1 sebagai masternya. Adapun kode menu program ringkasnya adalah sebagai berikut :

No
Fungsi
Command
2
Untuk test Line yang bisa keluar
*9N
3
Untuk transfer telp keluar
#*8N
4
Untuk transfer telp masuk / Intercome
*8n
5
Untuk mengangkat Ext yang tidak bunyi
*7
6
Mode manual operator
*#2000
7
Mode komputer operator
*#2100
8
Merekam suara operator komputer
*#2200
9
Mendengar hasil rekaman
*#2300
10
Mendengar suara masuk Hold
*#2400
11
Mematikan Ring Ext
*#3n10
12
Membunyikan Ring Ext
*#3n00
13
Membuka Kunci Ext
*#4n00
14
Mengunci Ext
*#4n10
15
Membuka 2 angka / nomor depan
*#5n##
16
Mengunci 2 angka / nomor depan
*#5nDN
17
Membersihkan (seluruh) 30 Grup kunci depan
*#5900
18
Membersihkan batas waktu
*#5n00
19
Membuat batas waktu
*#6nDD
20
Izin putar nomor special
*#7nDDNN
Semua perintah dibuat di EXT No 1 (B1)
Ø n adalah lambang untuk nomor ext.
Ø D adalah lambang angka ( 0 – 9 )
Ø N untuk lambang bilangan angka, contoh *#6315 (lihat menu no 19), ini artinya ext D3 diberi limit waktu 15 menit untuk melakukan telepon keluar

PABX panasonic

code program PABX Panasonic berikut untuk type Panasonic KX TA 308, KX TA 616, KX TA 624. Jika password belum di ganti maka Password standard or Defaultnya adalah 1234 kemudian tekan PROG + *# dan kemudian tekan kode-kode berikut sesuai dengan keinginan yang di maksud.
misalnya untuk blokir semua panggilan masuk hanya bisa di gunakan untuktelepon internal saja maka tekan PROG + *# kemudian masukan password dan tekan kode 408 (Flexible ringing assignment – D / N / L). Silahkan ber experimen sendiri yach untuk kode yang lain :)
Kode Lengkapnya adalah :
000 Data and time setting
001 System speed dialing entry
002 System password
003 DSS Console port assignment
004 Paired telephone assignment for DSS CONSOLE
005 One touch transfer using a DSS BUTTON
006 Time service ( Day / Night / Lunch ) changing mode
007 Time service start time
008 Operator assignment
009 Extension number assignment
100 Hunting group set
101 Hunting type
102 Voice mail port
103 DTFM Integration
104 Hold mode selection
105 Conference tone
106 External paging acces tone
107 DTMF Receiver check
108 Flash mode for a station locked extension
109 CO Indictor assignment
110 Flash key mode
111 Hold music selection
112 DSS Console indication mode
113 Automatic redial reapet
114 Automatic redial interval time
115 extention ringing pattern selection
116 Conference pattern selection
117 Call pickup tone
118 Pulse restriction
119 Redialing after pulse to tone conversion
120 Bell frequency
121 Automatic outside co line access number
122 Automatic rotation for CO LINE
123 Break ratio
124 SLT ringing mode selection
125 Tool restriction check for * and #
200 Hold recall time
201 Transfer recall time
202 Call forwarding start time
203 Pickup dial delay time
204 Call duration count start time
205 Outside to outside ( CO to CO ) line duration time limit
206 Dialing start time
207 Hook switch flash timing range selection
208 Inter digit time
211 No dial disconnection
212 CO Line duration time limit
213 Bell off detection
300 Carrier code detection
301 Toll restriction – SSD
302 – 305 Toll restriction class 2 trough 5 denied codes
306 Toll restriction – exeption codes
309 Toll emergency dial number set
310 Account codes
311 Automatic pause insertion codes
312 Toll restriction – station lock bondry class
400 CO Line connection
401 Dial mode
402 Pulse speed selection
403 Host PBX acces codes
404 Outside ( co ) line group assignment
405 – 407 Flexible outward dialing assignment – D / N / L
408 – 410 Flexible ringing assignment – D / N / L
411 – 413 Delayed ringing assignment – D / N / L
414 – 416 Outside ( CO ) line mode – D / N / L
417 Pause time
418 Flash time
419 Automatic designated outside ( CO ) line access
420 Calling party control ( CPC ) signal
421 CPC detection for outgoing calls
422 Disconection time
423 Outside ( CO ) line ringing pattern select
424 Reverse ( polarity ) circuit assignment
500 DISA incoming dialing mode selection
501 DISA built in Auto attendant
502 OGM Mode selection
503 FAX Conection
504 DISA Delayed answer time
505 DISA Waiting time after OGM
506 DISA Busy mode
507 DISA Intercept mode
508 DISA ringing time before intercept
509 DISA ringing time after intercept
510 DISA No dial mode
511 DISA Security type
512 DISA Security codes
513 Cyclic tone detection
514 Fax tone detection
515 Intercept time for for internal DISA
516 DISA incoming assignment
517 DISA AA wait time
518 DISA Tone selection after the security codes
519 DISA OGM Mute time
520 UCD Group
521 UCD Busy waiting time
522 UCD OGM Message internal time
523 UCD Busy mode
524 UCD Intercept mode
525 UCD ringing time before intercept
526 UCD ringing time after intercept
600 Extension group assignment
601 – 603 TRS – COS ( Class Of Service ) Assignment
604 Ext name setting
605 Account codes entry mode
606 Call transfer to an outside ( CO ) line
607 Call forwarding to an outside ( CO ) line
608 Executive busy overide
609 DND Overide
610 Pararelled telf conection
611 TAM ( Telp Answering Machine ) Ext
612 Room monitoring assignment
613 Outside ( CO ) line detection time limit selection
614 Internal pulse detection
615 LCD Language
700 – 702 Doorphone ringing assignment
703 – 705 Door opener assignment
706 Doorphone ringing / tone pattern selection
707 Doorphone acces tone selection
708 Doorphone ringing assignment
709 Door opener time
800 SMDR RS – 232 C Com parameter
801 SMDR Parameter
802 Incoming / outgoing call selection for printing
803 Secret speed dialing / one touch dialing printing
805 SMDR Account code selection
806 SMDR Language assignment
999 System data clear

INITIAL SET
1. Slide the system clear switch to the “ CLEAR “ position
2. Press the “ RESET “ button
3. Return the system “ CLEAR “ switch to the “ NORMAL “ position
before the power indicator stop flashing.
( The power indicator will flash for about 10 second )

Jaringan



TELEKOMUNIKASI DAN JARINGAN

A.     NETWORKING ENTERPRISE

         PENGERTIAN NETWORKING ENTERPRISE

Menurut Manuel Castells, network enterprise adalah jaringan yang terbentuk dari beberapa perusahaan, atau beberapa bagian dari beberapa perusahaan, atau sebagian internal dari beberapa perusahaan.
Salah satu ciri dari network enterprise adalah access network yang terbuka lebar, yang memungkinkan siapa saja, baik itu produsen, pelanggan, maupun hacker & cracker, untuk mengetahui transaksi on-line yang terjadi.
Suatu sistem yang dikatakan baik, termasuk jaringan enterprise, minimal harus mampu menjawab kriteria dasar keamanan berikut ini:
1. Kerahasiaan
2. Kendali akses
3. Autentifikasi
4. Integritas
5. Non-repudiation

            KONSEP JARINGAN
Dua buah komputer dikatakan terkoneksi jika  bila komputer dapat saling bertukar informasi. Bentuk koneksinya tidak harus melalui kawat tembaga saja, melainkan dapat menggunakan serat optik, gelombang mikro, atau satelit.
Konsep jaringan dibedakan menjadi 2,yaitu:
1. Konsep jaringan berdasarkan Letak geografis
     LAN (Local Area Network)
                LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil.

MAN (Metropolitan Area Network)
                MAN adalah Suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.

     WAN (Wide Area Network)
                WAN adalah jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.

2. Topologi Jaringan
     Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 5 kategori utama seperti di bawah ini.

                a. Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah

                b. Topologi cincin adalah topologi jaringan dimana setiap titik terkoneksi ke dua titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan.

c. Topologi Bus adalah kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya.
d. Topologi mesh menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.
e. Topologi Pohon disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .

Gambar Topologi Jaringan

Peranan Intranet dan Extranet.
INTRANET
Intranet adalah jaringan privat yang menggunakan software internet dan protokol TCP/IP. Intranet memberikan akses yang mudah bagi karyawan untuk memperoleh informasi perusahaaan. Intranet merupakan media yang efektif untuk mengirim aplikasi mengenai informasi perusahaan, seperti kebijakan, prosedur, dan bentuk SDM; direktory telepon organisasi; program pelatihan; search engines; basis data pelanggan; katalog produk dan manual kerja; groupware; bagan organisasi; berita terbaru mengenai organisasi; peringatan akan krisis; serta gudang data dan akses pendukung keputusan. 
EXTRANET
Extranet adalah jaringan privat yang menggunakan teknologi internet dan system telekomunikasi public untuk membentuk hubungan yang aman antara pemasok, vendor, mitra kerja, pelanggan dan pihak bisnis lainnya dalam rangka mendukng operasi bisnis atau pengaksesan informasi bisnis.Extranet dapat digunakan untuk melakukan pertukaran data dengan volume besar menggunakan EDI (Electronic Data Interchange), berbagai catalog produk dengan pedagang, kerjasama dengan perusahaan lain dalam usaha pengembangkan patungan, menyediakan layanan oleh sebuah perusahaan terhadap sejumlah perusahaan dalam grupnya, berbagi informasi yang ditujukan secara khusus untuk perusahaan perusahaan mitra.
B. ALTERNATIF JARINGAN TELEKOMUNIKASI
Telekomunikasi adalah sebuah teknik yang mampu mengubah sistem teknologi informasi. Sangat penting bagi pengguna untuk mengerti beberapa karateristik penting dari komponen dasar jaringan telekomunikasi. Hal tersebut dapat membantu pengguna untuk berpartisipasi secara efektif dalam membuat keputusan mengenai alternatif telekomunikasi.
Saluran telekomunikasi  dapat diartikan sebagai data dan bentuk telekomunikasi yang ditransmisikan diantara pengirim dan penerima dalam suatu jaringan telekomunikasi.
            MODEL JARINGAN TELEKOMUNIKASI
Secara umumjaringan telekomunikasi dibeberapa pengaturan dimana pengirim mengirimkan pesan kepada penerima melalui saluran yang terdiri dari beberapa tipe medium. Telekomunikasi memungkinkan setiap orang untuk salaing berkomunikasi secara cepat dalam jarak yang jauh sekalipun.




Gambar diatas menggambarkan jaringan telekomunikasi yang terdiri dari 5 (lima) kategori komponen dasar:
  • Terminal
  • Telecommunications Processors
  • Media dan saluran telekomunikasi berakhir yang mana data diterima dan dikirim.
  • Komputer
  • Software pengendali telekomunikasi
SINYAL DIGITAL DAN ANALOG
Sinyal Digital
Merupakan hasil teknologi yang mengubah sinyal tersebut menjadi kombinasi ututan bilangan 0 dan 1 untuk proses informasi yang mudah, cepat dan akurat. Sinyal tersebut disebut sebuah bit.
Sinyal Analog
Sinyal analog adalah merupakan pemanfaatan gelombang elektromagnetik. Proses pengiriman suara, misalnya pada teknologi telepon,dilewatkan melalui gelombang elektromagnetik .

 MEDIA TELEKOMUNIKASI
Jenis-Jenis Media Telekomunikasi
a) Twisted Pair Wire Cable
Komponen ini terdiri dari atas 2 jenis, yaitu Unshielded Twisted-Pair(UTP) dan Shielded (STP).
- UTP terdiri atas 2,3,4 atau lebih pasang kabel. Tiap pasang kabel dipilin 6 kali per inchi. Hal ini dilakukan untuk menghindari listrik dan impedansi listrik. Sensitif terhadap interferensi listrik, seperti derau listrik oleh cahaya fluorescent atau elevator berjalan.Kabel jenis ini disebut juga dengan Kabel IBM jenis 3.
- STP pada dasarnya memiliki karakteristik yang sama dengan UTP. Perbedaaannya terletak pada besar kawat dan adanya selubung isolasi yang berfungsi untuk menghindari interferensi listrik.
b) Coaxial Cable
Karakteristik kabel ini terdiri atas 2 kabel yang diselubungi oleh 2 tingkat isolasi. Isolasi pertama (isolator dalam) adalah isolasi yang menyelubungi kawat tembaga pejal. Selain dilindungi oleh isolator, kawat tembaga pejal ini juga dilindungi oleh kertas timah yang dipasang diatas isolator, untuk melindungi dari pengaruh medan elektromagnet.
c) Fiber Optic Cable
Fiber Optic memiliki karakteristik sebagai berikut :
Data yang dikirimkan dalam bentuk pulsa cahaya kecepatan transmisinya paling tinggi. Tipis dan fleksibel, sehingga mudah dipindahkan. Tidak terganggu oleh cuaca dan panas.
d) Wireless
Wireless memiliki karakteristik :
Tidak menggunakan kabel, kerna data dikirimkan dalam bentuk gelombang atau inframerah.
Setiap workstation berhubungan dengan hub atau concentrator melalui gelombang radio atau inframerah.
PROCESSOR TELEKOMUNIKASI
Ada beberapa macam processor telekomunikasi, diantaranya :
Modem
adalah suatu processor telekomunikasi yang paling umum digunakan. Modem mengubah sinyal digital dari computer atau terminal pengirim menjadi frekuensi analog yang dapat ditransmisikan melaui saluran telefon, dan begitu juga sebaliknya mengubah data analog menjadi data digital. Proses ini di kenal dengan  modulasi dan demodulasi yang diterangkan oleh gambar berikut:


 






Multiplexer
Multiplexer adalah prosesor telekomunikasi yang mengijikan saluran komunikasi tunggal untuk membawa data transmisi simultan dari berbagai terminal. Pada dasarnya, multiplexer menggabungkan transmisi dari beberapa terminal pada akhir saluran telekomunikasi.processor telekomunikasi yang mengizinkan saluran komunikasi tungal untuk membawa data transmisi simultan dari berbagai saluran. Pada dasarnya multiplexer menggabungkan transmisi dari beberapa terminal pada akhir saluran telekomunikasi.

Private Branch Exchange (PBX)
Adalah processor komunikasi yang memberi pelayanan sebagai alat pengubah saluran telepon di area kerja dengan saluran telepon local perusahaan. Saat ini PBX telah menjadi alat elektronik yang dibangun dalam mikroprosesor dan tersimpan didalamnya. Beberapa jenis PBX dapat mengontrol komunikasi di sekitar wilayah pusat, computer, dan processor telekomunikasi lain dalam suatu jaringan di suatu kantor atau tempat kerja lain.




           



PROTOKOL DAN ARSITEKTUR JARINGAN
Protokol adalah sebuah set standar dari aturan dan prosedur untuk mengendalikan komunikasi didalam jaringan. Standar-standar ini diperuntukkan hanya pada satu peralatan manufaktur saja atau satu macam jenis telekomunikasi. Bagian dari tujuan jaringan arsitektur telekomunikasi adalah untuk menciptakan suatu standarisasi lebih dan kecocokkan diantara protocol komunikasi.
Tujuan dari arsitektur jaringan adalah untuk mengenalkan sebuah keterbukaan, simple, fleksibel dan lingkungan telekomunikasi yang efisien. Hal ini akan menjadi sempurna dengan penggunaan protocol standar. Standar komunikasi yang berhubungan langsung antara hardware dan software, dan desain standar hubungan antara pengguna dan system computer.
            ALTERNATIF BANDWIDTH
Besaran yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat dilewatkan dalam koneksi melalui sebuah network. Lebar pita atau kapasitas saluran informasi. Kemampuan maksimum dari suatu alat untuk menyalurkan informasi dalam satuan waktu detik.
Dikenal juga dengan perbedaan atau interval, antara batas teratas dan terbawah dari suatu frekuensi gelombang transmisi dalam suatu kanal komunikasi. Satuan yang digunakan Hertz untuk sirkuit analog dan detik dalam satuan digital.
Jalur lebar analog diukur dalam unit Hertz (Hz) atau kitaran second. Jalur lebar digital pula merujuk kepada jumlah atau volume data yang dilewatkan melalui satu saluran komunikasi yang diukur dalam unit bit per second (bps) tanpa melibatkan gangguan.
Istilah lebar jalur (bandwith) sepatutnya tidak dikelirukan dengan istilah jalur (band), seperti pada telepon tanpa kabel, contohnya beroperasi pada jalur 800MMHz. Lebar jalur ialah ruang yang digunakan pada jalur tersebut. Dalam komunikasi tanpa wayar, ukuran atau lebar jalur salurannya memberi kesan kepada transmisi. Sejumlah data yang mengalir melalui satu saluran sempit mengambil masa yang lebih lama berbanding sejumlah data yang sama apabila mengalir menerusi satu saluran yang lebih lebar.
            ALTERNATIF SWITCHING
                Telepon biasa dihubungkan dengan sirkuit switching, dimana sebuah sirkuit dimasukan untuk mendirikan sebuah saluran diantara pengirim dan penerima dan selalu terbuka sampai sesi/ bagian komunikasi menjadi lengkap. Dalam pesan Switching, pesan mentransmit sebuah blok(Block) pada waktu yang sama dari switching satu ke lainnya. Metode ini disebut Store and Forward transmision. Karena pesan akan disimpan oleh alat Switching sebelum ditransmisi.
Komunikasi Data, adalah komunikasi dimana source adalah data.
   Transmisi suara dapat saja dijadikan transmisi data jika informasi suara tersebut dirubah (dikodekan ) menjadi bentuk digital.

NETWORK INTEROPERABILITY
Jaringan Interoperabilitas adalah terus kemampuan untuk mengirim dan menerima data interkoneksi antara jaringan memberikan tingkat kualitas yang diharapkan oleh pengguna akhir pelanggan tanpa dampak negatif dengan mengirim dan menerima atau jaringan.

Khususnya: Jaringan Interoperabilitas adalah fungsional antar operator yang bekerja di antara atau multi-vendor, multi-operator antar-koneksi (yaitu, node-ke-node, atau jaringan-untuk-jaringan) yang bekerja di bawah kondisi normal dan stres, dan per standers yang berlaku, persyaratan, dan spesifikasi